waktu sakura mula dileraikan oleh pohon dari ranting-ranting kecil coklat gelap,
waktu sakura mula menari gemalai menyeni luruh mencium kesat dan kasar bumi,
waktu sakura mula bersatu dengan bibir bumi yang perlahan-lahan cuba menikmat kecantikkannya, lalu mencabul kesuciannya,
waktu itu aku tiada.
waktu itu aku tiada di situ buat menadah tangan,
menahan,
merayu,
dan menyembah di kaki pohon,
minta jangan dilepaskan,
minta jangan ditinggalkan,
minta jangan dipatahkan.
dan akhirnya, aku menyesal sendiri bila derap kakiku terinjak atas sakura dengan tidak terniat. puas, aku tulis lukiskan kata maaf di dada langit dan minta sang pelangi tujuh tolong warnakannya, aku masih lagi tidak termampu untuk memaafkan jiwa yang telah disamarkan oleh gaun BCBG MaxAzaria dan stiluetto Nine West ini.
lalu, dengan sekonyong-konyong,
sakura-sakura yang sedang menangis,
melolong-lolong teresak berat,
terdiam.
sebulat suara sakura-sakura itu menempik berapi-api arah aku:
"apa yang tersisa di sebalik baju itu?!!!"
No comments:
Post a Comment